IOF Adventure NC 2016

IOF NC 2016 fix

IOF Adventure NC 2016

Aroma kuat dari kompetisi adventure murni sudah mulai tercium. Kabar baik yang ditunggu para penggiat dan penikmat kompetisi adventure sudah mulai terdengar. Ya, IOF Adventure NC akan sama-sama kita saksikan lagi di 2016. Kompetisi tersebut akan berlangsung dalam 4 putaran di 4 kota. Balikpapan – Kaltim kembali menjadi pembuka, dilanjutkan Palangkalaraya – Kalteng, Pangkalan Bun – Kalteng dan Lahat – Sumsel.

Akan dibuka 3 kelas kejuaraan yang keseluruhannya menggunakan kategori free for all (FFA). Jelas sekali event ini memanjakan para modifikator untuk secara bebas mengeksplorasi kreasi dan keahliannya. Persaingan yang sangat ketat tentunya akan menjadi sebuah rangkaian cerita seru dan tontonan menarik. Suatu kenyataanya bahwa kelas ini sering menyuguhkan anomali, karena kendaraan dengan spesifikasi tertinggi bukanlah berarti yang akan meraih juara. Menarik untuk melihat para offroader mempersiapkan kendaraanya, karena IOF Adventure NC ini memiliki trade mark yang sangat khas: real adventure, extreme, sangat kompetitif namun sangat menjungjung tinggi brotherhood.

Kelas Kejuaraan akan dibagia sebagai berikut:

- Kelas Pro FFA

- Kelas Rookie FFA

- Kelas Executive FFA

- Team

Rookie sendiri pada dasarnya dipersiapkan untuk pembibitan offroader baru atau pemula. Sedangkan kelas Executive adalah kelas khusus bagi offroader berusia di atas 40 tahun, yang sejak di tahun 2015 sudah mulai diperkenakan.

Jadwal lengkapnya adalah sbb:

Round 1 Balikpapan, Kaltim,  23-24 Juli 2016

Round 2 Palangkaraya, Kalteng 27-28 Agustus 2016

Round 3 Pangkalan Bun, Kalteng 24-25 September 2016

Round 4 Lahat, Sumsel 26-27 Nopember 2016

Menarik untuk melirik siapa saja di balik IOF Adventure NC ini. Memen Harianto, Ketua Departemen Olahraga PP IOF menjelaskan bahwa ada konsorsium yang memiliki komitmen yang besar terhadap real adventure yang selama ini menjadi ruhnya kompetisi adventure a la IOF. Ada H. Burhan dari BBS Kaltim, Oding Ananta dari Dasico Bali, dr Jack dari Bhay Squad Lombok, Joko Permana dari JP Racing Team Kalteng, Krisna Didit dari Galena Logistic Jatim, serta 2 anggota baru di tahun 2016, yakni Heri Fernando dari Belang Adventure Club Kalteng dan Aswari dari Cendrawasih Bungsu Club Sumsel. IOF dan Konsorsium sama-sama fokus pada terjaganya kelangsungan kompetisi, kualitas penyelenggaraan yang baik dengan menjunjung tinggi sportifitas, fairplay sekaligus mengutamakan unsur safety, lanjut Memen.

H Burhanudin pun mengkonfirmasikan bahwa BBS dan Kaltim telah bersiap-siap menyambut para peserta pada akhir Juli nanti dengan menunjuk V-Art sebagai EO, sekaligus mempersiapkan track master dan RC yang berkualitas. “Komunitas offroad di Kaltim siap menggelar putaran 1 dengan penuh semangat”, jelasnya.

IOF Adventure NC ini patut mendapat perhatian khusus di tengah kembali maraknya event-event offroad nasional. Tidak hanya sekedar kompetisi yang bersifat serial, jelas sekali IOF Adventure NC ini sangat menjaga semangat kebersamaan, menerapkan standarisasi regulasi, memancing lahirnya offroader baru. Selain itu, seperti di tahun 2015, terlihat dalam setiap putarannya dilakukan juga pelatihan dan sertifikasi untuk penyelenggara lomba, sebagai sebuah usaha melahirkan penyelenggara lomba baru yang lebih banyak lagi.

“Ini adalah project IOF berskala nasional yang menjadi tanggung jawab seluruh member IOF. Kita akan berupaya lakukan sebaik mungkin dan berharap menjadi awal yang baik untuk diteruskan oleh club-club lain di manapun. Kita bersyukur akhirnya menjadi agenda rutin berskala nasionalF”, ujar Joko Permana dan Heri Fernando, di sela-sela kunjungannya di Jakarta dalam rangka mempersiapkan jadwal IOF NC 2016.

Chandra Dewana dari Senggugu Offroad Team Sumsel sangat antusias saat mengetahui Kabupaten Lahat memperoleh 1 kali jadwal IOF NC tahun ini. “Lahat itu meskipun ada di selatan pulau Sumatera, tapi kalau ada event skala nasional biasanya semua offroader dari aceh, Pekan Baru, Batam, Sumbar, Jambi Bengkulu dan Lampung pasti datang. Termasuk yang dari pulau jawa. Apalagi ini ditambah hadirnya peserta dari Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Pasti ini event sangat besar dan ditunggu”,  ujar pria ramah yang tidak pernah absen balapan ini.

Semoga IOF Adventure NC berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.

Bravo IOF NC.

IOF dalam HUT BASARNAS ke 44

Jakarta, 28 Februari 2016.

IOF sebagai organisasi otomotif besar dan berawal dari hobi yang salah satu divisinya adalah Rescue Bencana, berpartisipasi dalam HUT BASARNAS ke 44. Sebagai potensi masyarakat dalam Pencarian dan Pertolongan bersinergi dengan BASARNAS melalui MoU yang sudah sejak lama di tanda tangani. IOF dengan spesialisasinya dalam “kendaraan khusus” mampu membantu institusi terkait dalam kebencanaan dan bergerak di bawah koordinasi BASARNAS. IOF sudah banyak berpartisipasi dalam misi kemanusiaan dalam bencana Gempa Liwa 1999 berlanjut Tsunami Aceh, gempa Sumbar, Erupsi merapi dll. Dengan adanya IOF di 33 Propinsi memudahkan deploy ‘kendaraan khusus’ dengan cepat ke lokasi bencana. Kerjasama ini pun berlanjut dengan latihan bersama dan simulasi koordinasi kebencanaan.

DIRGAHAYU BASARNAS ke 44

IMG-20160229-WA0033 IMG-20160229-WA0031 IMG-20160229-WA0032

Ucapan terima kasih kepada para Club yang sudah berpartisipasi dalam acara HUT BASARNAS ke 44, antara lain SJI Jabodetabek – Jabar, Skin Cikarebes, Skin Jakarta, XJOC, JKOI, Bidadari JKOI, Merah Putih Adventure, Djak towing club, Cibubur 4×4 community, SOCA solidarity, Kebon 4×4

IMG-20160227-WA0093 IMG-20160227-WA0015 IMG-20160226-WA0045 IMG-20160225-WA0034 IMG-20160229-WA0023 IMG-20160228-WA0013 IMG-20160228-WA0022 IMG-20160228-WA0021 IMG-20160228-WA0023

OFF-ROAD FOR HUMANITY…. GO!!

Rapat Pleno Pengurus Pusat IOF tahun 2016

Kepada YTH ;

Pengurus Pusat IOF

di tempat

 

Dengan Hormat,

Sesuai dengan Anggaran dasar IOF dan Anggaran Rumah Tangga IOF,  tentang pelaksanaan Rapat Pleno maka bersama ini mengundang para Pengurus Pusat untuk hadir dalam Rapat Pleno IOF tahun 2016 yang akan dilaksanakan pada :

 

Hari                           :            Selasa

Tanggal                     :           9 Februari 2016 jam

Jam                             :           09.00 WIB

Tempat                      :           Radio DFM

Jln Mimosa, Komp Buncit Indah

 

 

 

 

Konfirmasi keikutsertaan paling lambat tanggal 2 Februari 2016.

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

 

Hormat Kami

 

 

Askar Kartiwa                                                                                              Adji Gunawan

Ketua Umum IOF                                                                                       Sekjend IOF

Gubernur minta IOF telusuri jalan trans Kaltim

Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi dengan Gubernur H. Awang Faroek Ishak di Rumah Dinas Gubernur samping Gedung Lamin Etam, Jumat (11/12) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Parijoto selaku Ketua IOF Pengda Kaltim menyampaikan Kesediaan H. Awang Faroek Ishak selaku Gubernur Provinsi Kaltim menjadi Dewan Pelindung pada Struktur Kepengurusan IOF Pengda Kaltim Periode 2014-2018. Pengenalan Beliau terhadap IOF sebenarnya sudah lama, pada saat menjabat sebagai Bupati Kutai Timur, Beliau pernah bekerja sama dengan IOF untuk pembukaan Lahan Perkantoran Bupati di Bukit Pelangi, Sangatta. “Saat itu salah satu mobil dinas kami ada yang ditarik sama Mobil IOF,”imbuhnya.

Audiensi tersebut juga membicarakan beberapa agenda kegiatan IOF untuk menunjang sektor pariwisata alam Ecotourism. Beliau juga mengapresiasi Kegiatan Borneo Adventure Offroad yang saat ini sudah memasuki tahun ketiga. “Ini bisa menjadi kegiatan rutin tahunan, untuk lokasi kegiatan harus bergantian di Kab/Kota yang lain,” tambahnya.

Pada dialog yang hampir satu jam tersebut, Gubernur juga memberi arahan untuk bisa menyelenggarakan kegiatan Offroad Skala Nasional dan Internasional, mengingat Kekayaan Alam yang dimiliki Oleh Kaltim memiliki kelebihan dengan ciri khas Hutan Hujan Tropisnya.

“Ini merupakan momen untuk kita ikut berpartisipasi dalam menggali potensi wisata alam di kaltim ini,” ujar Bambang Parijoto saat di konfirmasi melalui telepon, Minggu (13/12).

Gubernur, kata dia menambahkan, juga berharap Pengda IOF Kaltim dapat ikut berpartisipasi dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Kalimantan Timur yang jatuh pada tanggal 9 Januari Mendatang. “Iya, jadi untuk ikut memeriahkan HUT Kaltim, Gubernur meminta kita Menjelajah Provinsi Kaltim untuk meinventarisir jalan-jalan yang rusak,” imbuhnya.

Sementara, Haris Herdiansyah Wakil Ketua IOF Pengda Kaltim menerangkan, pihaknya segera menindak lanjuti pesan gubernur untuk membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Dinas untuk mengimplementasikan hasil audiensi ini. ” ini menjadi pijakan dasar kita melaksanakan apa yang diharapkan oleh Gubernur,” tambahnya.

20151211_144529

IOF National Championship Usai. Balap Offroad Indonesia Harus Melirik IOF

Event yang bertajuk IOF National Championship ini berjalan atas konsorsium 4 club dari 4 pengda IOF yang berasal dari Kalimantan Timur diwakili oleg BBS Offroad team, Lombok (NTT) diwakili oleh Rinjani Jeepers Club (RJC), Bali diwakili oleh Dasico Racing Managemant dan Jatim diwakili oleh Galena Logistic yang keempatnya bisa dibilang merupakan pelopor event yang sudah bejalan sebanyak 4 seri ini. Dengan  diawali di Kalimantan Timur dan hari minggu lalu akhirnya ditutup di seri ke 4 yang diselanggarakan di De’Pes (Desa Pelangi Sentul), Bogor pada 4-5 Desember 2015.

Dari sejak awal IOF menyelenggarakan National Championship event ini di kemasan secara matang dari berbagai segi. Mulai dari karakter lintasana yang dimana para offroader disuguhkan lintasan alam yang sedemikian rupa tanpa banyak merubah karakteristik kontur yang sudah ada, namun panitia hanya cukup menandai jalurnya saja. Tidak terkecuali pada seri penutup, yang merupakan seri penentu dengan perebutan hadiah ratusan juta Rupiah.

Selain itu pula panitia juga menitik beratkan pada penyuguhan regulasi yang jelas, sehingga dengan kemasan seperti itulah peserta yang ikut diharapkan dapat puas dan bahagia dengan apa yang sudah dirancang pihak panitia yang diketuai oleh TB. Adhi ini.

Kemudian bagaimana dengan jalannya seri penutup ini?

Pada dua hari pelaksanaan event para ke-49 peserta yang sudah mendaftarkan diri akan berhadapan dengan 5 SCS dengan system open track. Dimana 5 SCS sudah dibuka sejak hari pertama, tinggal para peserta yang menentukan, lintasan mana yang lebih dulu akan dibabat.

Peserta sangat tertantang pada hari pertama yang dibuka pada pukul 9 ini, semua berjalan dengan lancar rintangan cukup berat namun masih dapat  dilalui, hingga sekitar pukul 12 hujan mulai mengguyur. Namun hal itu justru tambah membakar semangat para peserta, semakin sulit rintangan semakin tinggi pula skill dan kekompakan yang harus mereka tunjukkan.

Hujan… reda… hujan… reda… begitu beberapa kali terjadi hingga sekitar pukul setengah 3 sore hujan lebat bercampur badai menerjang area De’ Pes, alhasil tanah semakin berkubang dan menjadi lumpur otomatis tingkat kesulitan hampir diluar kemampuan mereka. Banyak dari peserta yang klontang maupun tidak bisa menyelesaikan SCS, lebih parahnya lagi beberapa dari mereka tidak mau masuk kedalam SCS.

Namun masih ada hari kedua yang dimana para peserta masih harus menyelesaikan SCS yang belum mereka lalui. Hujan pada hari pertama menyisakan rintangan yang cukup membuat para peserta bekerja ekstra keras. Dan terjadi lagi, sekitar pukul 3 sore hujan menerpa kembali, namun parahnya hujan kali ini tanpa jeda, alias tanpa henti hingga acara usai.

Tapi dibalik itu semua bagi para peserta memuji atas kerja keras IOF dan banyak yang mengelu-elukan “this is the real offroad” yang bagi kebanyakan dari mereka ini merupakan reuni dan sesuatu yang dirindukan setelah terakhir mereka merasakan rintangan seperti ini pada event IOF beberapa tahun lalu.

Inilah lintasan, medan, kebersamaan, team work yang mereka rindukan selama ini. Seperti yang dikatakan oleh Oding yang merupakan perwakilan dari IOF Bali yang berdiri diatas tim Dasico Racing Management “Kualitas medan, lintasan dari seri 1 hingga seri terakhir ini sangat berbobot dan memiliki bobot dan kualitas yang sama baiknya”.

Dan omongan seorang Wahyu Lamban yang juga merupakan bagian dari panitia terbukti, yang kali itu pernah berbicara pada Fastnlow “Kita akan membuat event dimana kalah atau menang semua peserta yang ikut akan tetap merasa bahagia”.

Adanya kelas Eksekutif?

Yup, kelas eksekutif yang dimaksud adalah yang diperuntukkan bagi para peserta yang memiliki umur diatas 40 tahun yang kemudian oleh panitia diadakan SCS tambahan (SCS 6). Kelas ini memang masih dalam tahap uji coba, dalam seri kali ini masih bersifat eksebisi yang dimana ini merupakan bentuk perhatian dari IOF untuk para peserta diatas 40 tahun. Namun, walaupun eksebisi kategori kelas ini tetap memperebutkan total hadiah yang cukup besar yaitu 80 Juta Rupiah yang jumlah hingga 16 peserta.

Dilihat dari besarnya animo para peserta dan bebera aspek Tahun depan akan jadi kelas kejurnas tersendiri, yaitu kelas Eksekutif. Dan pada event perdana kelas eksekutif juara satu perdana jatuh kepada AKBP Sumarji dari Jawa Timur.

Namun kelas ini masih akan di evaluasi lagi, dimana IOF akan memperbaiki system kelas ini dari berbagai sisi yang nantinya akan harus berjalan dengan baik di event-event IOF bertaraf nasional dikemudian hari.

Safety Golden Rules

Ini merupakan sebuah regulasi yang sedang dikampanyekan oleh IOF. Dimana regulasi ini sudah di SAH kan pada Rakernas IOF pada akhir November lalu yang berisikan tentang regulasi perangkat standart yang harus disiapkan/harus ada di setiap pada setiap peserta/tim yang akan turun.

Safety Golden Rules adalah sbb:

  1. Persyaratan perlengkapan kendaraan :
  2. Menggunakan safety helmet dengan sistem pengunci “D-ring” yang memenuhi standarisasi D.O.T dan SNI.
  3. Membawa tabung pemadam kebakaran (APAR) dengan ukuran minimal 2 kilogram.
  4. Memasang Engine Cut-Off dan berfungsi dengan benar.
  5. Memasang Safety Bonnet Pin.
  6. Menggunakan Safety Belt 4 titik lebar 3 inch (khusus event ekspedisi 3 titik lebar 2 inch).
  7. Memasang plat base / top cover minimum 2mm plat besi atau 3mm plat alumunium dipasang tepat diatas kepala driver dan co-driver (khusus untuk kendaraan open cockpit).
  8. Kendaraan yang menempatkan radiator dibelakang, harus dilengkapi dengan bidang pemisah antara radiator dengan ruang kemudi. Pipa / selang radiator tidak boleh melalui ruang kemudi.
  9. BATTERY/ACCU wajib diberi penutup berbahan non konduktor pada bagian atas, dan harus berjarak minimum 50cm terhadap fuel pump dan fuel tank. BATTERY basah tidak boleh diruang kemudi
  10. Ukuran ban minimum 27 inch maksimum 37 inch. Jenis ban bebas (Rantai ban, ban paku, ban Rally dan ban traktor dilarang) Keterangan ban traktor akan dilengkapi menunggu hasil data Litbang.
  11. Mempersiapkan lampu penerangan minimal sama dengan standart manufacturing – 2 lampu terpasang dan berfungsi dengan baik dibagian depan dan belakang kendaraan.
  12. Menggunakan gloves / sarung tangan bagi co-driver.
  13. Kaca yang terbuat dari acrilic wajib dilapisi kaca film.
  14. Memasang roll-bar atau roll-cage minimal 6 (enam) titik dengan ketentuan diameter Pilar “B” sebagai berikut :
    • Diameter minimum 38.1mm x 2.6mm (1.5″ x 0.102″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 1
      • Kelas 2
    • Diameter minimum 44.0mm x 2.9mm (1.75″ x 0.114″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 3
      • Kelas 4
    • Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada bagian kiri rollbar Pilar “B” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 20 sampai 50 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.
  1. Persyaratan Perlengkapan lintasan :
  2. Penggunaan pita merah sebagai pita tanda pembatas area penonton, jarak aman minimum 10 meter dari tepi lintasan.
  3. Menyediakan minimal 1 (satu) unit kendaraan Ambulance dan petugas medis.
  4. Menyediakan minimal 1 (satu) unit mobil Pemadam Kebakaran.
  5. Menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di area Start dan Finish.

Di balik keseruan dan kebahagian dari berakhirnya IOF National Championship, IOF juga sebenarnya memiliki misi yang intinya dapat mengembangkan dunia Balap Offroad Indonesia melalui beberapa program yang juga berjalan beriringan dengan jalannya event offtroad ini:

  1. IOF berharap dengan adanya event ini sebuah bukti/contoh kongkrit sebagai program Penyeragaman aturan lomba Adventure Offroad di seluruh event di indonesia.
  1. IOF juga mengadakan Diklat pelatihan yang dilaksanakan daerah / pengda agar memiliki tenaga ber sertifikasi yang tujuan akhirnya mampu membuat event dengan mandiri.

Dalam hal ini TB. Adhi menambahkan bahwa dengan adanya pelatihan bersertifikasi untuk petugas maupun bibit-bibit baru Marshal, Crew Scrutineering dan beberapa elemen lainnya nantinya berfungsi untuk memberi standarisasi regulasi, safety yang targetnya adalah “Zero Accident“.

Memang kalau dilihat sedikit terkesan ribet, apalagi harus ada yang lisensi dll. Namun menurut TB. Adhi selaku ketua penyelenggara, harapannya adalah orang yang sudah memiliki lisensi pendidikan safety dari IOF sudah mengetahui dengan sangat amat jelas tentang peraturan dan tata cara dalam menangani ataupun bermain dengan baik dan aman dalam setiap event offroad.

  1. Kemudian dalam event ini juga diadakan kelas Rookie dengan tujuan untuk meregenerasi offroader Indonesia terutama dari Pangda-pengda di luar pulau Jawa.
  1. Kemudian yang terakhir adalah menjadikan IOF NC sebagai dasar kwalitas event event IOF di Indonesia.

sumber :

http://fastnlow.net/iof-national-championship-usai-balap-offroad-indonesia-harus-melirik-iof/

Pelatihan anggota IOF Rescue dalam Penanggulangan Bencana Alam

iof-rescue-latih-anggotanya-dalam-penaggulangan-bencana-alam-336420

Otosia.com – Untuk meningkatkan anggota IOF (Indonesia Offroader Federation), IOF Rescue menggelar kepelatihan dalam penanggulangan bencana dan siaga darurat bencana alam guna membantu masyarakat untuk menangulangi dan meminimalisir korban baik manusia dan materi dalam kondisi bencana alam.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh anggota IOF dapat berkontribusi bagi masyarakat Indonesia,” kata Askar Kartiwa, Ketua Umum IOF, saat pembukaan IOF – Disaster Rescue Volunteer Training di Lido, Jawa Barat, (5/11) kemarin.

Menurut pak Akay, panggilan akrab Askar Kartiwa, kepelatihan yang pertama kali dibuat oleh IOF ini akan dibuat rutin dalam periode tertentu. Dalam kesempatan perdana ini hadir sekitar 40 peserta, termasuk offroader dari Malaysia sebagai peserta.

iof-rescue-latih-anggotanya-dalam-penaggulangan-bencana-alam-37725c

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 5 – 8 November 2015 bertempat di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Resort, Bodogol ini menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BASARNAS serta Jakarta Rescue, dimana badan dan organisasi ini akan membagikan pengalaman mereka dalam penanganan bencana yang telah dilakukan di wilayah masing-masing kepada seluruh peserta / relawan.

Selain itu sesi inipun akan menghadirkan beberapa Pengda IOF di daerah seperti IOF Aceh, IOF Sumbar, IOF Riau, IOF DKI Jakarta dan IOF DI Yogyakarta sebagai narasumber yang juga akan berbagi pengalaman rescue yang dimiliki.

Dari kegiatan kepelatihan tersebut, IOF berharap dapat membuat Standard Operating Procedure (SOP) untuk IOF Rescue, yang akan menjadi pedoman dan acuan dalam melakukan proses penyelamatan dan penanggulangan bencana.

0000434807

sumber:

http://www.otosia.com/berita/iof-rescue-latih-anggotanya-dalam-penaggulangan-bencana-alam.html