Monthly Archives: December 2014

Trans Borneo 2014 Jelajah 3 Negara

Petualangan off-road yang dibungkus perjalanan panjang lintas negara, ekspedisi Trans Borneo, sudah dimulai semenjak akhir 1980an, dan sempat berlanjut pada pertengahan 1990an. Pada pertengahan Agustus lalu, perjalanan legendaris itu dihidupkan kembali. Salah satu penggawangnya adalah Harry Sanusi, off-roader senior yang juga salah satu pendiri IOF. “Selain mengajak para petualang off-road menikmati perjalanan panjang, kami juga mengemban misi pariwisata,” ungkap Harry.

2014_12_17_08_24_11_head

Berlangsung selama 20 hari, dari 16 Agustus hingga 5 September, perjalanan ini diikuti peserta dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei, serta melintas tiga negara. Yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei.

Cerita perjalanan yang ditulis oleh Reza Hariputra ini, akan dibagi dua bagian, yakni perjalanan dari Indonesia ke Malaysia, dan perjalanan pulang yang melintasi Malaysia dan Brunei, kembali ke Malaysia lagi, sebelum pulang ke Indonesia via Kalimantan.

 

LINTAS KALIMANTAN

Perjalanan dimulai pada 16 Agustus lalu, ketika rombongan peserta mulai berdatangan di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat. Peserta dari Brunei dan Singapura yang pertama hadir. Saya mereka dari perbatasan Indonesia-Malaysia (Entikong) hingga kota Pontianak.

Disusul rombongan Malaysia (Sabah, Sarawak, dan Kuala Lumpur) yang dipandu oleh Rizal. Ratusan hingga ribuan kilometer lintas negara mereka lalui untuk menuju kota Pontianak. Kedatangan peserta disambut langsung oleh Harry Sanusi, selaku expedition leader dan CEO Java Adventura.

2

Tampak dari jejeran peserta, terdapat para veteran Trans Borneo 1996, antara lain dari Malaysia : Petrus Alfred, dr. Teoh, Richard Voon, Uncle Chai, Chai Yew Foo, dan dari Brunei ; H. Ibrahim, Safuan Theo. Setelah registrasi, para peserta mengikuti “welcoming dinner dan briefing”.

Tepat pukul 19.00, ke-82 peserta Trans Borneo 2014 memasuki Ballroom hotel Kapuas untuk mengikuti acara pembukaan. Diawali pembacaan doa oleh Yamin Sofyan (Ketua Nasional Trooper Nusantara), acara kemudian dilanjutkan pemutaran video Trans Borneo 1996, Harry Sanusi sebagai penggagas event pun bercerita kilas balik Trans Borneo serta tujuan event ekspedisi ini.

Setelah makan malam, tim organizer Trans Borneo 2014 pun dikenalkan pada peserta. Mereka adalah :

  1. Harry Sanusi – expedition leader
  2. Reza Hariputra – convoy leader trans borneo 2014
  3. H. Ibrahim – convoy leader section Palangkaraya-Seimanggaris
  4. Sanny Ho – convoy leader section Seimanggaris-kota Kinabalu
  5. Chai Yew Foo – convoy leader section kota Kinabalu-Kuching

 

Tak lupa tim Java Adventura juga diperkenalkan. Termasuk di antaranya Siska DS – admin & finance, Rizal Item – technical support, Ketut Boncel – technical support, dan Pujianto – mechanic support.

Yang istimewa adalah hadirnya Hajah Dayang Damit. Peserta dari Brunei ini yang tertua, dengan usia 78 tahun! Nenek ini ikut serta dengan Ford double cabin, walau bukan sebagai driver utama, namun oada beberapa kesempatan, beliau mengemudikan sendiri kendaraannya. Juga ada uncle Chai dari Sarawak, yang usianya masuk 70 tahun, uncle Chai pun terkadang mengemudikan sendiri Mitsubishi Triton-nya, bergantian dengan saudaranya.

3

Keesokan hari, yakni bertepatan dengan perayaan kemerdekaan kita, rombongan pun mengikuti pembukaan Trans Borneo 2014 dengan upacara menghormati bendera dan negara. Ke-82 peserta dari 4 negara, bersama-sama mengikuti upacara dan menyanyikan Indonesia Raya di halaman hotel Kapuas Palace.

Setgelah itu, perjalanan ekspedisi Trans Borneo 2014 pun dimulai. Hari pertama sangat lancar, melewati daerah Kalimantan Barat yang masih asri dengan hutan tropisnya. Tim sempat melintasi garis equator di daerah Tayan, bacaan koordinat di GPS 0000. Kami menyeberang dari sisi utara bumi, menuju sisi selatan. Sayang sekali tidak terdapat tugu ataupun monumen di lokasi tersebut.

4

Terlihat dari kejauhan, sungai yang lebar. Inilah sungai Tayan yang kami seberangi dengan ferry kecil, yang hanya muat belasan kendaraan kecil, tim pun dibagi dua rombongan.

Di seberang, perjalanan dilanjutkan. Hamparan aspal mulus terbentang. Bertolak belakang dengan pemandangan di tempat yang sama sekitar 5 tahun yang lalu, kami harus bersusah payah menembus jalanan berlumpur yang seringkali memaksa kami menginap di hutan.

5

Tepat pukul 19.00, seluruh tim tiba dengan selamat di kecamatan Sandai dan bermalam di hotel Starlet.

Kota sandai merupakan pemekaran kecamatan di kabupaten Ketapang. Budaya lokal ibarat gabungan dari masyarakat Melayu, Cina, Dayak, dan Jawa, yang menunjukkan betapa ke-bhinekaan bangsa kita. Kami sempat melewati jalan offroad di hutan Alas Kusuma, pemandangan menyedihkan melihat perusahaan kayu yang menebang pohon-pohon berusia ratusan tahun.

Di hari kedua ini, kami melintasi gerbang perbatasan provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Gerbang ini unik karena terbuat dari kayu ulin, tinggi dan penuh ukiran khas Kalimantan. Di Kalimantan Tengah, tim berhenti sejenak makan siang di kota Nanga Bulik. Sajian udang galah yang besarnya hampir menyerupai kepiting menjadi santapan tak terlupakan.

Sebuah catatan tersendiri ketika mengisi bbm. Dimana-mana kota Kalimantan kami melihat seluruh SPBU kehabisan solar, sehingga antrian kendaraan sangat panjang. Namun di luar SPBU, banyak pedagang bbm eceran yang menjual solar dengan harga selangit.

Sebelum sampai di kota Pangkalan Bun, kami mengisi penuh solar di SPBU Petro milik Cina. Tepat pukul 19.00, kami tiba di Pangkalan Bun.

Keesokan hari, tim mengunjungi Taman Nasional Tanjung Putting, dimana terdapat konservasi orang utan terbesar di dunia.

Keesokan harinya, kami menuju Palangkaraya, atau Kalimantan Tengah. Kondisi jalan sepanjang Trans Kalimantan Tengah ini sangat berbahaya, karena bergelombang dan sempit, beberapa kali roda kendaraan harus turun ke bahu jalan jika berpapasan dengan kendaraan dari depan. Malamnya, kami menginap di Ecolodge Rungan Sari, 30 km sebelum kota Palangkaraya.

6

Besoknya, kami lanjut dari Palangkaraya ke Banjarmasin. Kembali kami disuguhkan jalanan sempit dan bergelombang. Memasuki daerah Tumbang Nusa, terdapat elevated road sepanjang 11 km (seperti bypass Cawang-Tanjung Priok). Dibuat karena daerah ini merupakan rawa, yang saat musim hujan airnya sangat dalam. Sehingga, setiap kendaraan yang hendak melintasi harus menunggu air surut dulu. Sekarang, tinggal lewat jalan layang.

Memasuki provinsi Kalimantan Selatan, jam tangan harus disesuaikan waktunya. Maklum, kami memasuki daerah WITA (+8 GMT). Hotel tempat kami menginap terletak tepat di depan sungai, yang ramai dengan aktivitas warga. Sebelum subuh, beberapa peserta sempat mengunjungi pasar apung di sungai ini.

Jam 07.00 kami sudah bergerak menuju Balikpapan (Kal-Tim), yang masih sekitar 500 km lagi. Sepanjang jalan banyak dijumpai masjid, baik besar maupun kecil, jarak antar masjid ini hanya sekitar 200 meter. Kami pun sepat dijamu oleh pak Helmy di restorannya, dan rekan-rekan Tabalong 4×4 di pendopo Bupati. Hari ini, kami makan nonstop! Terima kasih teman-teman.

Perjalanan dilanjutkan. Memasuki provinsi Kalimantan Timur, kondisi alam mulai berubah. Bukit dan pegunungan mewarnai perjalanan menuju Balikpapan. Banyaknya truk yang melintasi rute ini membuat jalan hancur dan berlubang. Lewat tengah malam kami tiba di Panajam, dimana terdapat pelabuhan kecil untuk naik ferry melewati teluk Balikpapan menuju kota Balikpapan. Ada rute lain menuju Balikpapan yakni jalan darat. Tetapi sangat jauh memutar dan waktu tempuhnya lama.

Di Balikpapan, kami akan beristirahat dua hari. Selain bersih, kota Balikpapan juga maju dan tertib. Jangan harap bisa menyeberang sembarangan tanpa disemprit pak polisi. Kami pun rehat sembari melakukan pengecekan kendaraan di sini. Beberapa tim memasuki bengkel untuk servis, sementara peserta lainnya mencoba menyusuri kota untuk wisata kuliner seafood dan kepiting khas.

Hari ke-8, adalah rute Balikpapan – Sangatta. Cukup melelahkan, namun keindahan alam sepanjang perjalanan mampu mengusir kepenatan. Seperti area bukit Suharto sebelum kota Samarinda. Di daerah ini terdapat konservasi beruang madu yang cukup terawat, ditambah terdapat canopy trail terpanjang di Asia Tenggara.

Kota Samarinda terlihat jauh beda dengan Balikpapan. Walau Samarinda adalah ibukota Kalimantan Timur, namun Balikpapan sebagai kota minyak, lebih maju dan berkembang. Kami sempat berhenti sejenak dan berfoto di tugu Equator, kali ini kami melintas dari atmosfir selatan menuju utara.

Malam kami tiba di kota Sangatta. Kota kecil penghasil batu bara. Di kota ini Terdapat tambang batu bara terbesar di dunia yang dikelola oleh Kaltim Prima Coal. Keesokan harinya, kami menuju Tanjung Selor. Karena waktu tempuh yang sangat panjang, kami baru tiba di kota Tanjung Selor lewat tengah malam.

7

Tanjung Selor ada di provinsi Kalimantan Utara, provinsi baru yang merupakan pemekaran dari Kalimantan Timur. Di sini, kendaraan saya mengalami kebocoran tangki bensin, sehingga sedikit menghambat keberangkatan. Setelah saya, pak Harry dan Boncel memperbaiki tangki, tim kemudian berangkat menuju kota Malinau.

Malamnya, kami tiba di kota Malinau. Kota ini sudah sangat maju dan berubah semenjak terakhir saya melawat di 2006. Kini bandaranya sudah cukup bagus dan maju. Tampaknya, sektor batu bara memegang peranan penting dalam membentuk kota-kota di Kalimantan.

Pengisian solar terakhir di Indonesia kami lakukan sebelum meninggalkan kota Malinau, karena ini merupakan kota besar terakhir dalam rute sebelum menyeberang ke perbatasan Malaysia.

Sebelum tiba di Seimanggaris, tim berhenti di Seibuku untuk cap paspor. Uniknya ini adalah imigrasi berjalan, karena petugas imigrasi yang menemui kami dari Nunukan, harus menaiki speedboat menyusuri sungai untuk bertemu. Ini dilakukan karena memang tidak terdapat perbatasan darat resmi menuju Malaysia, di Kalimantan Utara ini.

Malam harinya kami camping di lokasi pos jaga TNI perbatasan. Ada dua pos jaga yang bersebelahan, milik Indonesia dan milik kerajaan Malaysia. Ada sekitar 18 sampai 20 TNI yang berjaga di markas ini, untuk 9 bulan shift kerja.

Tepat hari ke-12, pada 28 Agustus, kami menyeberang ke Malaysia. Di sana telah menanti rekan dari klub eskpedisi ekstreme Tawaw, Malaysia. Kali ini, maki disuguhi trek offroad cukup berat, beberapa peserta harus menggunakan winch dan strap untuk membebaskan diri.

Tampak sebuah jembatan kayu yang sudah sangat parah, namun dengan perlahan dan dipandu rekan-rekan lainnya, seluruh tim mampu melewati rintangan ini. Rupanya, malam sebelumnya, rekan klub dari Tawaw dengan susah payah selama 5 jam memperbaiki jembatan agar dapat dilewati! Inilah brotherhood. Setelah melewati perkebunan kelapa sawit, kami menjumpai jalan aspal nan mulus.

8

Kendaraan saya kemudian mendahului rombongan menuju kota Tawaw karena sudah ditunggu kantor imigrasi setempat untuk cap paspor. Malamnya seluruh rombongan dijamu oleh klub Expedisi Extreme Tawaw. Setelah tukar menukar cendera mata dan berfoto bersama, rombongan kemudian kembali menuju hotel untuk beristirahat.

 

Nantikan Lanjutan Ceritanya di Edisi Depan

Sumber: http://jip.co.id/read/2014/12/17/335990/138/26/Trans-Borneo-2014-Jelajah-Tiga-Negara

by AWS

 

IOF Pengda Kalteng Masa Bakti 2013-2017

Susunan Pengurus Daerah IOF Kalimantan Tengah masa bakti 2013-2017

Dewan Pelindung :

1. Gubernur Kalimantan Tengah
2. Kapolda Kalimantan Tengah
3. Dandrem 102 Panju Panjung
4. Kepala Dinas PU Prov. Kalimantan Tengah
5. Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kalimantan Tengah
6. Kepala BAPORA Prov. Kalimantan Tengah
7. Ketua KONI Prov. Kalimantan Tengah

Penasehat :

1. Drs. Bactiar Hasanudin Tambunan, SH, MH
2. Agus Darmawan

Dewan Pengurus :

Ketua :Harry Fernando Toeweh, SE
Wakil Ketua I : Multazam, ST, M.MT
Wakil Ketua II : H. Joko Permana
Sekretaris Umum : Jati Asmoro
Wakil Sekretaris : Yanson Happy
Bendahara : Agus Indorama
Wakil Bendahara : Satrio J. Pristiawan
Bidang Teknik : 1. Sandra J. Masal 2. H. Ibramsyah
Bidang Organisasi : 1. Karlianson Adji, SE 2. Metin Alfon, SH, MH
Bidang Promosi dan Pariwisata : 1. Ir. Erlianson Bungas Gerson, MT 2. Ir. Suharsono 3. H. Komarudin
Bidang Hubungan Masyarakat : 1. Sigit Purwanto, MT 2. Ibrani Tito 3. H. Sofyan N
Divisi Adventure Offroad : 1. Tuah Purnama 2. Daniel Mega W.
Divisi Rock Crowling : 1. N. Ardiansyah 2. Sis Purwanto 3. Bambang Riadi
Divisi Trail Adventure : 1. Chandra F 2. Yayan K

Pengurus Masa Bakti 2013-20142

Posted by AWS

for iofkalteng.or.id

POSKO IOF Peduli Bencana Banjarnegara

IMG_6181

POSKO IOF Peduli berada di RADIO DFM

dengan alamat KOMPLEK BUNCIT INDAH, JL Mimosa Raya D1. Pejaten barat JAKSEL

Adapun barang barang yang saat ini di butuhkan antara lain:

1 Keperluan bayi (susu, popok, baju, makanan, perlengkapan MCK)

2 Selimut dan pakaian layak

3 Keperluan MCK

4 Makanan instan dan air minum

 

Kiranya rekan rekan ada yang berniat membantu bisa membawakan bantuan ke alamat tsb

untuk keterangan lbh lanjut bisa kontak iof.pusat@iof.or.id

Berita duka cita untuk saudara-saudara di Banjarnegara

Innalillahi wainailaihi rojiun

Pengurus Pusat IOF turut berduka dan prihatin atas bencana dan musibah tanah longsor yang menimpa saudara-saudara kami di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Semoga Allah mengampuni dosa dan menempatkan para korban meninggal ditempat yang baik di sisi-Nya.

UNTUK PARA korban yang selamat diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi bencana saat ini.

KEPADA teman-teman relawan yang bertugas semoga diberikan KELANCARAN, keselamatan dan kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugasnya DENGAN sebaik-baiknya

IMG-20141214-WA0026IMG-20141214-WA0028IMG-20141214-WA0022

Selamat Jalan Sahabat

PSX_20141201_143317-682x1024
‘sahabat’ ucap pertamamu
apabila mata bertaut
hingga kini masih ku ingat
tak pernah sekali kau lupa
kerana mulia jiwamu terpancar
dari kejernihan kolam hati
kau seorang sahabat, abang & saudara dunia akhiratlafaz bicara, senyum tawa & gurauanmu
hingga kini masih menjadi mimpi manis
bila takdir Illahi tiba-tiba menjemputmu
tersungkur aku di lantai pasrah
menerima perkhabaran duka
bagai tersiat jiwa sendu bermukim
meneguk setitis keredhaan yang pahit
mengalir menyusuri lurah pipibelum puas lagi ku
berteman denganmu sahabat
meski sembilan musim kita bersama
ku rindui panggilan darimu bertanya khabar
ku rindui lembut suaramu memberi nasihat
ku rindui kemanisan saat kita bersama
sekali-sekala berkumpul di kedai kopi
sambil berbincang masalah kehidupansahabat
dengan dorongan & iltizammu
sama-sama kita redah belantara ilmu
dan mengecap nikmat kejayaan yang kita tuai
namun kini tinggallah aku sendiri
meranduk arus getir bersama kekuatan
yang telah kau wasiatkan semoga rohmu sahabat
dicucuri rahmat Allah
berada bersama mereka
yang mendapat syafaat
selamat jalan sahabatku yang mulia hatinya
selamat jalan abangku yang tabah jiwanya
selamat jalan saudaraku yang sentiasa
berada dekat dihati.
Sumber puisi:
http://sanggarhayat.blogspot.com/2009/11/belasungkawa-buat-seorang-sahabat-buat.html