Monthly Archives: January 2015

Rapat Ke Siap Siagaan Relawan IOF Menghadapi Bencana Tahun 2015 Bersama BNPB

Sesuai dengan Memorandum of Understanding antara Indonesia Off-road Federation (IOF) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di bulan pertama di tahun 2015 ini BNPB melakukan koordinasi kesiap siagaan kepada seluruh relawan IOF. mengingat sekarang sudah memasuki musim penghujan sehingga perlu di lakukan koordinasi di setiap asset potensial untuk memaksimalkan penanggulangan, pencegahan serta recovery terhadap bencana.

IMG-20150120-WA0016

IMG-20150120-WA0015

Selain itu BNPB juga memperkenalkan asset pendukung yaitu kendaraan taktis bencana untuk penanggulangan bencana kepada relawan IOF yang hadir.

IMG-20150120-WA0014

IMG-20150120-WA0010

Ketua Bidang IOF yang menangani masalah Bencana dan Penanggulangannya. Bapak Sigit Permadi.

IMG-20150120-WA0031

IMG-20150120-WA0030

Salam Off-road !!

Central Differential Lock

Semua kendaraan 4×4 pasti memiliki gardan yaitu peranti yang berfungsi menyalurkan daya dari mesin pada keempat ban sehingga jip bisa bergerak maju atau mundur. Pada gardan standar (open differential) tenaga dari mesin sebenarnya hanya diteruskan ke roda yang putarannya paling minim hambatan.

Mengapa demikian? Karena di saat belok, maka roda sisi luar akan berputar lebih banyak dari roda sisi dalam. Otomatis, tenaga akan tersalur ke roda luar yang minim hambatan itu. Bila tenaga tersalur ke roda sisi dalam, atau rata ke roda kiri kanan, maka mobil akan sulit dikendalikan saat belok.

Ketika bermain off-road dan melewati trek ekstrem hanya mengandalkan gardan standar seringkali merepotkan. Terutama ketika melewati jalanan tidak rata atau berlumpur. Begitu salah satu ban kejeblos trek lumpur, maka roda yang terbenam tersebut otomatis akan mendapat pasokan traksi lebih banyak. Tak jarang hal ini malah justru bikin ban kerap spin hingga akhirnya bikin jip kepater.

Semakin driver menginjak gas dalam-dalam, putaran ban yang kejeblos makin kencang juga namun jip hanya jalan di tempat. Dijamin jip makin susah meloloskan diri dari handicap lumpur tersebut. Kondisi ini sebenarnya butuh gardan dengan traksi merata antara ban kiri-kanan.

”Butuh locker yang bisa membuat putaran ban kiri-kanan bisa sama tenaganya,” bilang M Harjanto offroader asal Purworejo Jawa Tengah. Locker atau pengunci differential ini memang jadi salah satu senjata yang wajib dimiliki kendaraan 4×4. Peranti ini memungkinkan putaran roda di kanan – kiri gardan  tetap punya traksi yang sama.

Sebenarnya pengunci differential ini ada beberapa macam, tapi kali ini kita akan coba bahas cara kerja dan kegunaan locker yang lain yaitu central differential locker. Apa sih bedanya? Singkatnya kalau locker yang umumnya dipahami letaknya ada di gardan. Pengunci differential inilah yang bikin putaran ban di gardan bisa sama antara kiri dan kanan. Apapun kondisi treknya.

Sementara central differential lock letaknya di transfer case dan bertugas membagi traksi antara gardan depan dan belakang. ““Kalau pakai locker saat di tikungan jip pasti susah dibelokkan. Sementara pemakaian central differential lock masih membuat jip tetap gesit di tikungan,” perinci Harjanto. Beberapa SUV yang memiliki central differential lock diantaranya Mercedes G-Class, Land Rover, Mitsubishi Pajero dan sebagainya

Dalam pemakaiannya, central differential lock rasanya lebih cocok untuk mengatasi trek off-road kecepatan tinggi (off-road racing) yang punya banyak tikungan. Sebab manuver jip tetap gesit tanpa takut kehilangan traksi saat keluar masuk tikungan. ”Jip tubular custom milik Haji Sam sudah pakai central differential lock modifikasi. Makanya keluar masuk tikungan sekarang jauh lebih lincah,” bisik Albertus Hariono rekan Haji Sam yang tergabung dalam Jhonlin Racing Team. Tak heran jip tubular custom racikan bule-bule Amerika ini selama 3 kali mengikuti seri Indonesia Xtreme Off-Road Racing 2014 selalu tampil juara.

 

Sumber: http://jip.co.id/read/2014/08/08/335843/139/24/CENTRAL-DIFFERENTIAL-LOCK

Post By AWS