10 Menit Bersama Teruhito Sugawara, Pembalap Hino Team Dakar Rally

0
176

Dalam waktu 10 menit, kami berkesempatan berbincang langsung dengan Teruhito Sugawara, pembalap andalan Hino Team Dakar Rally yang sedang berada di Indonesia bersama PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) dalam rangka kunjungannya ke pameran GIIAS 2018. Di waktu yang terbilang terbatas, bersama offroader senior Moko Karsono dan dibantu penerjemah kami berbicara beberapa hal soal reli Dakar dan balap truk.

Cerita bermula saat pria 46 tahun ini mengawali karirnya sebagai pembalap reli Dakar. Menjadi mekanik di tahun 1997 adalah gerbang utama dirinya masuk ke dunia reli paling ganas dimuka bumi ini. Teruhito Sugawara saat itu adalah salah satu tim mekanik yang membantu Yoshimasa Sugawara yang merupakan ayah kandungnya.

Dibalapan reli yang berat ini, Teruhito Sugawara sebagai mekanik selalu berupaya keras untuk memberikan performa kendaraan yang terbaik bagi timnya. Pekerjaannya sebagai mekanik, mengajarkan dirinya banyak hal bahwa menjadi juara di reli Dakar bukan hanya soal kecepatan, namun juga daya tahan dan kerjasama tim.

Delapan tahun menjadi mekanik bersama ayahnya, Teruhito Sugawara kemudian memutuskan untuk naik pangkat menjadi pembalap. 2005 menjadi tahun bersejarah bagi karir balapnya dimana ia menjadi pembalap kedua dan menjadi satu-satunya tim balap ayah dan anak di lintasan reli Dakar.

Buah hasil kerja kerasnya, pada tahun 2010 dan 2011 akhirnya Teruhito Sugawara berhasil meraih gelar juara Dakar Rally untuk kelas under 10 Litre. Sejak saat itu sampai hari ini , Teruhito Sugawara menggantikan posisi ayahnya untuk menjadi pembalap utama Hino Team Dakar Rally.

Bukan hal mudah membesut sebuah truk sebesar itu di lintasan reli Dakar. Jalanan yang tidak tertebak kemana arahnya, jumpingan hingga cerukan kerap ada didepan mata untuk ditaklukkan.

Teruhito Sugawara menyebutkan, menjaga keseimbangan truk adalah hal utama yang harus dimiliki pembalap truk di reli Dakar. Dengan ground clearence yang cukup tinggi, bobot yang berat dan kecepatan melesat yang cepat, “maka kenali besutanmu dan lakukanlah banyak pertimbangan dengan cepat sebelum mengambil keputusan di lintasan,” sebut Sugawara.

Balap reli Dakar menempuh jarak ribuan kilometer dengan melintasi lebih dari tiga negara dengan beragam iklim suhu udara. Untuk menjaga stamina pembalap selama perlombaan berlangsung, Hino Team Dakar Rally melengkapi besutan Hino 500 Series dengan sistem penyejuk udara.

“Dahulu para tim reli Dakar melepas beberapa komponen yang terasa tidak diperlukan, termasuk AC untuk mengurangi beban puntir mesin kendaraan. Alih-alih performa bertambah namun stamina pembalap makin menurun karena panasnya kabin, kami justru tetap menggunakan penyejuk udara untuk tetap menjaga stamina tubuh,” jelas Sugawara.

Tiga hari sudah, sejak Kamis (2/8) Sugawara ada di Jakarta atas undangan dari PT HMSI yang memajang besutan balapnya Hino 500 Series Dakar Rally di pameran GIIAS 2018. Malam ini ia sudah bertolak kembali ke kampung halamannya di Jepang.

Well, arigatou gozaimasu Sugawara san..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here