Peserta IOX Andalas 2019 Semakin Bertumbangan, Hutan Sumatera Memang Kejam

0
9

Usai pembantaian di jalur Siosar, Kabupaten Karo di hari keempat lalu, peserta IOX Andalas 2019 terlihat makin sedikit yang berlanjut ke trek berikutnya. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kendaraan peserta yang rusak dan masih banyaknya peserta yang masih berjibaku di trek sebelumnya.

Syamsir Alam, Team Leader IOX Andalas 2019 mengungkapkan, mayoritas peserta gagal memasuki trek sesuai jadwal dan masih berjibaku untuk keluar dari trek trek sebelumnya. Semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang bisa mengikuti seluruh trek sesuai jadwal.

Selanjutnya di hari ke-11, diiringi hujan deras 40 kendaraan kembali memasuki trek offroad berat dari Sapotinjak ke Aek Mais. Perlu ekstra hati-hati dan memanfaatkan momentum kendaraan sebab jalur ini banyak tanjakan terjal dengan winching point yang terbatas. Apalagi jurang yang dalam mewarnai sepanjang trek ini.

Dari perkiraan sore hari seluruh peserta bisa sampai di base camp di Kotanopan, ternyata hanya 20 kendaraan yang berhasil finish disambut Bupati Madina Drs. H. Dahlan Harun Nasution. Sisanya sebanyak 20 kendaraan baru berhasil keluar satu persatu sejak malam hingga siang ini, Kamis (21/2).

Kondisi hujan yang terus menerus membuat kondisi trek menjadi  trek neraka. Salah satu peserta yang terjebak di trek adalah Haji Bakri, Tokoh di Penyabungan yang pengusaha sekaligus pengelola Pondok Pesantren terbesar dan tertua (105 tahun) di Indonesia dengan 12.500 santri.

Seluruh peserta disambut dengan hangat dan meriah oleh Bupati Madina yang juga off-roader, dengan tarian Tortor dan pukulan beduk tradisional Gordang Sambilan yang dilakukan hingga sebagian pemainnya kesurupan. Peserta dan jurnalis asing otomotif dari Belanda yang meliput terlihat terpesona dengan kecantikan penari Tortor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here