Category Archives: ARTIKEL OFF-ROAD

Tip dan Trick dalam aktifitas off-road

IOF National Championship Usai. Balap Offroad Indonesia Harus Melirik IOF

Event yang bertajuk IOF National Championship ini berjalan atas konsorsium 4 club dari 4 pengda IOF yang berasal dari Kalimantan Timur diwakili oleg BBS Offroad team, Lombok (NTT) diwakili oleh Rinjani Jeepers Club (RJC), Bali diwakili oleh Dasico Racing Managemant dan Jatim diwakili oleh Galena Logistic yang keempatnya bisa dibilang merupakan pelopor event yang sudah bejalan sebanyak 4 seri ini. Dengan  diawali di Kalimantan Timur dan hari minggu lalu akhirnya ditutup di seri ke 4 yang diselanggarakan di De’Pes (Desa Pelangi Sentul), Bogor pada 4-5 Desember 2015.

Dari sejak awal IOF menyelenggarakan National Championship event ini di kemasan secara matang dari berbagai segi. Mulai dari karakter lintasana yang dimana para offroader disuguhkan lintasan alam yang sedemikian rupa tanpa banyak merubah karakteristik kontur yang sudah ada, namun panitia hanya cukup menandai jalurnya saja. Tidak terkecuali pada seri penutup, yang merupakan seri penentu dengan perebutan hadiah ratusan juta Rupiah.

Selain itu pula panitia juga menitik beratkan pada penyuguhan regulasi yang jelas, sehingga dengan kemasan seperti itulah peserta yang ikut diharapkan dapat puas dan bahagia dengan apa yang sudah dirancang pihak panitia yang diketuai oleh TB. Adhi ini.

Kemudian bagaimana dengan jalannya seri penutup ini?

Pada dua hari pelaksanaan event para ke-49 peserta yang sudah mendaftarkan diri akan berhadapan dengan 5 SCS dengan system open track. Dimana 5 SCS sudah dibuka sejak hari pertama, tinggal para peserta yang menentukan, lintasan mana yang lebih dulu akan dibabat.

Peserta sangat tertantang pada hari pertama yang dibuka pada pukul 9 ini, semua berjalan dengan lancar rintangan cukup berat namun masih dapat  dilalui, hingga sekitar pukul 12 hujan mulai mengguyur. Namun hal itu justru tambah membakar semangat para peserta, semakin sulit rintangan semakin tinggi pula skill dan kekompakan yang harus mereka tunjukkan.

Hujan… reda… hujan… reda… begitu beberapa kali terjadi hingga sekitar pukul setengah 3 sore hujan lebat bercampur badai menerjang area De’ Pes, alhasil tanah semakin berkubang dan menjadi lumpur otomatis tingkat kesulitan hampir diluar kemampuan mereka. Banyak dari peserta yang klontang maupun tidak bisa menyelesaikan SCS, lebih parahnya lagi beberapa dari mereka tidak mau masuk kedalam SCS.

Namun masih ada hari kedua yang dimana para peserta masih harus menyelesaikan SCS yang belum mereka lalui. Hujan pada hari pertama menyisakan rintangan yang cukup membuat para peserta bekerja ekstra keras. Dan terjadi lagi, sekitar pukul 3 sore hujan menerpa kembali, namun parahnya hujan kali ini tanpa jeda, alias tanpa henti hingga acara usai.

Tapi dibalik itu semua bagi para peserta memuji atas kerja keras IOF dan banyak yang mengelu-elukan “this is the real offroad” yang bagi kebanyakan dari mereka ini merupakan reuni dan sesuatu yang dirindukan setelah terakhir mereka merasakan rintangan seperti ini pada event IOF beberapa tahun lalu.

Inilah lintasan, medan, kebersamaan, team work yang mereka rindukan selama ini. Seperti yang dikatakan oleh Oding yang merupakan perwakilan dari IOF Bali yang berdiri diatas tim Dasico Racing Management “Kualitas medan, lintasan dari seri 1 hingga seri terakhir ini sangat berbobot dan memiliki bobot dan kualitas yang sama baiknya”.

Dan omongan seorang Wahyu Lamban yang juga merupakan bagian dari panitia terbukti, yang kali itu pernah berbicara pada Fastnlow “Kita akan membuat event dimana kalah atau menang semua peserta yang ikut akan tetap merasa bahagia”.

Adanya kelas Eksekutif?

Yup, kelas eksekutif yang dimaksud adalah yang diperuntukkan bagi para peserta yang memiliki umur diatas 40 tahun yang kemudian oleh panitia diadakan SCS tambahan (SCS 6). Kelas ini memang masih dalam tahap uji coba, dalam seri kali ini masih bersifat eksebisi yang dimana ini merupakan bentuk perhatian dari IOF untuk para peserta diatas 40 tahun. Namun, walaupun eksebisi kategori kelas ini tetap memperebutkan total hadiah yang cukup besar yaitu 80 Juta Rupiah yang jumlah hingga 16 peserta.

Dilihat dari besarnya animo para peserta dan bebera aspek Tahun depan akan jadi kelas kejurnas tersendiri, yaitu kelas Eksekutif. Dan pada event perdana kelas eksekutif juara satu perdana jatuh kepada AKBP Sumarji dari Jawa Timur.

Namun kelas ini masih akan di evaluasi lagi, dimana IOF akan memperbaiki system kelas ini dari berbagai sisi yang nantinya akan harus berjalan dengan baik di event-event IOF bertaraf nasional dikemudian hari.

Safety Golden Rules

Ini merupakan sebuah regulasi yang sedang dikampanyekan oleh IOF. Dimana regulasi ini sudah di SAH kan pada Rakernas IOF pada akhir November lalu yang berisikan tentang regulasi perangkat standart yang harus disiapkan/harus ada di setiap pada setiap peserta/tim yang akan turun.

Safety Golden Rules adalah sbb:

  1. Persyaratan perlengkapan kendaraan :
  2. Menggunakan safety helmet dengan sistem pengunci “D-ring” yang memenuhi standarisasi D.O.T dan SNI.
  3. Membawa tabung pemadam kebakaran (APAR) dengan ukuran minimal 2 kilogram.
  4. Memasang Engine Cut-Off dan berfungsi dengan benar.
  5. Memasang Safety Bonnet Pin.
  6. Menggunakan Safety Belt 4 titik lebar 3 inch (khusus event ekspedisi 3 titik lebar 2 inch).
  7. Memasang plat base / top cover minimum 2mm plat besi atau 3mm plat alumunium dipasang tepat diatas kepala driver dan co-driver (khusus untuk kendaraan open cockpit).
  8. Kendaraan yang menempatkan radiator dibelakang, harus dilengkapi dengan bidang pemisah antara radiator dengan ruang kemudi. Pipa / selang radiator tidak boleh melalui ruang kemudi.
  9. BATTERY/ACCU wajib diberi penutup berbahan non konduktor pada bagian atas, dan harus berjarak minimum 50cm terhadap fuel pump dan fuel tank. BATTERY basah tidak boleh diruang kemudi
  10. Ukuran ban minimum 27 inch maksimum 37 inch. Jenis ban bebas (Rantai ban, ban paku, ban Rally dan ban traktor dilarang) Keterangan ban traktor akan dilengkapi menunggu hasil data Litbang.
  11. Mempersiapkan lampu penerangan minimal sama dengan standart manufacturing – 2 lampu terpasang dan berfungsi dengan baik dibagian depan dan belakang kendaraan.
  12. Menggunakan gloves / sarung tangan bagi co-driver.
  13. Kaca yang terbuat dari acrilic wajib dilapisi kaca film.
  14. Memasang roll-bar atau roll-cage minimal 6 (enam) titik dengan ketentuan diameter Pilar “B” sebagai berikut :
    • Diameter minimum 38.1mm x 2.6mm (1.5″ x 0.102″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 1
      • Kelas 2
    • Diameter minimum 44.0mm x 2.9mm (1.75″ x 0.114″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 3
      • Kelas 4
    • Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada bagian kiri rollbar Pilar “B” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 20 sampai 50 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.
  1. Persyaratan Perlengkapan lintasan :
  2. Penggunaan pita merah sebagai pita tanda pembatas area penonton, jarak aman minimum 10 meter dari tepi lintasan.
  3. Menyediakan minimal 1 (satu) unit kendaraan Ambulance dan petugas medis.
  4. Menyediakan minimal 1 (satu) unit mobil Pemadam Kebakaran.
  5. Menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di area Start dan Finish.

Di balik keseruan dan kebahagian dari berakhirnya IOF National Championship, IOF juga sebenarnya memiliki misi yang intinya dapat mengembangkan dunia Balap Offroad Indonesia melalui beberapa program yang juga berjalan beriringan dengan jalannya event offtroad ini:

  1. IOF berharap dengan adanya event ini sebuah bukti/contoh kongkrit sebagai program Penyeragaman aturan lomba Adventure Offroad di seluruh event di indonesia.
  1. IOF juga mengadakan Diklat pelatihan yang dilaksanakan daerah / pengda agar memiliki tenaga ber sertifikasi yang tujuan akhirnya mampu membuat event dengan mandiri.

Dalam hal ini TB. Adhi menambahkan bahwa dengan adanya pelatihan bersertifikasi untuk petugas maupun bibit-bibit baru Marshal, Crew Scrutineering dan beberapa elemen lainnya nantinya berfungsi untuk memberi standarisasi regulasi, safety yang targetnya adalah “Zero Accident“.

Memang kalau dilihat sedikit terkesan ribet, apalagi harus ada yang lisensi dll. Namun menurut TB. Adhi selaku ketua penyelenggara, harapannya adalah orang yang sudah memiliki lisensi pendidikan safety dari IOF sudah mengetahui dengan sangat amat jelas tentang peraturan dan tata cara dalam menangani ataupun bermain dengan baik dan aman dalam setiap event offroad.

  1. Kemudian dalam event ini juga diadakan kelas Rookie dengan tujuan untuk meregenerasi offroader Indonesia terutama dari Pangda-pengda di luar pulau Jawa.
  1. Kemudian yang terakhir adalah menjadikan IOF NC sebagai dasar kwalitas event event IOF di Indonesia.

sumber :

http://fastnlow.net/iof-national-championship-usai-balap-offroad-indonesia-harus-melirik-iof/

Liputan Rock Crawling IIMS 2015 tanggal 22-23 Agustus 2015

JIEXPO Kemayoran – Tidak bisa di pungkiri kalau hobby offroad khusus nya rock crawling menjadi magnet tersendiri bagi penggemar otomotif di indonesia. raungan mesin V8 yang menggelegar mampu mengalihkan perhatian para peserta pameran IIMS 2015. selain itu IOF melalui komunitas 4×4 specialist mencoba menunjukan skill offroader yang baik dan aman. Acara yang di jadwalkan muncul pada minggu ke 3 dan ke 4 pada bulan Agustus ini juga di hadiri Pejabat TNI dan Polri antara lain Brigjend Pol Hamidin dari BNPT dan Brigjend AM Putranto dari IPSC, nama beliau-beliau sudah tidak asing di dunia offroad tanah air. Berkat dukungannya dan kontribusi mereka lah IOF bisa semakin besar dan di lekat di hati penggemarnya.

IMG_20150823_20302q2

IMG_20150823_203003 IMG_20150823_202601 IMG_20150823_202533 IMG_20150823_202453

Thanks to 4×4 Specialist.. Bravo IOF

 

Central Differential Lock

Semua kendaraan 4×4 pasti memiliki gardan yaitu peranti yang berfungsi menyalurkan daya dari mesin pada keempat ban sehingga jip bisa bergerak maju atau mundur. Pada gardan standar (open differential) tenaga dari mesin sebenarnya hanya diteruskan ke roda yang putarannya paling minim hambatan.

Mengapa demikian? Karena di saat belok, maka roda sisi luar akan berputar lebih banyak dari roda sisi dalam. Otomatis, tenaga akan tersalur ke roda luar yang minim hambatan itu. Bila tenaga tersalur ke roda sisi dalam, atau rata ke roda kiri kanan, maka mobil akan sulit dikendalikan saat belok.

Ketika bermain off-road dan melewati trek ekstrem hanya mengandalkan gardan standar seringkali merepotkan. Terutama ketika melewati jalanan tidak rata atau berlumpur. Begitu salah satu ban kejeblos trek lumpur, maka roda yang terbenam tersebut otomatis akan mendapat pasokan traksi lebih banyak. Tak jarang hal ini malah justru bikin ban kerap spin hingga akhirnya bikin jip kepater.

Semakin driver menginjak gas dalam-dalam, putaran ban yang kejeblos makin kencang juga namun jip hanya jalan di tempat. Dijamin jip makin susah meloloskan diri dari handicap lumpur tersebut. Kondisi ini sebenarnya butuh gardan dengan traksi merata antara ban kiri-kanan.

”Butuh locker yang bisa membuat putaran ban kiri-kanan bisa sama tenaganya,” bilang M Harjanto offroader asal Purworejo Jawa Tengah. Locker atau pengunci differential ini memang jadi salah satu senjata yang wajib dimiliki kendaraan 4×4. Peranti ini memungkinkan putaran roda di kanan – kiri gardan  tetap punya traksi yang sama.

Sebenarnya pengunci differential ini ada beberapa macam, tapi kali ini kita akan coba bahas cara kerja dan kegunaan locker yang lain yaitu central differential locker. Apa sih bedanya? Singkatnya kalau locker yang umumnya dipahami letaknya ada di gardan. Pengunci differential inilah yang bikin putaran ban di gardan bisa sama antara kiri dan kanan. Apapun kondisi treknya.

Sementara central differential lock letaknya di transfer case dan bertugas membagi traksi antara gardan depan dan belakang. ““Kalau pakai locker saat di tikungan jip pasti susah dibelokkan. Sementara pemakaian central differential lock masih membuat jip tetap gesit di tikungan,” perinci Harjanto. Beberapa SUV yang memiliki central differential lock diantaranya Mercedes G-Class, Land Rover, Mitsubishi Pajero dan sebagainya

Dalam pemakaiannya, central differential lock rasanya lebih cocok untuk mengatasi trek off-road kecepatan tinggi (off-road racing) yang punya banyak tikungan. Sebab manuver jip tetap gesit tanpa takut kehilangan traksi saat keluar masuk tikungan. ”Jip tubular custom milik Haji Sam sudah pakai central differential lock modifikasi. Makanya keluar masuk tikungan sekarang jauh lebih lincah,” bisik Albertus Hariono rekan Haji Sam yang tergabung dalam Jhonlin Racing Team. Tak heran jip tubular custom racikan bule-bule Amerika ini selama 3 kali mengikuti seri Indonesia Xtreme Off-Road Racing 2014 selalu tampil juara.

 

Sumber: http://jip.co.id/read/2014/08/08/335843/139/24/CENTRAL-DIFFERENTIAL-LOCK

Post By AWS