Category Archives: PENGURUS DAERAH IOF

Pengurus Daerah

KAPOLDA SULBAR HADIRI PELANTIKAN IOF PENGURUS DAERAH SULBAR

Tribratanewspoldasulbar.com – Bertempat di Ball Room Hotel D’ Maleo, Jumat (2/12/16) sekira pukul 20.00 Wita telah berlangsung pelaksanaan pelantikan pengurus Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda Sulbar.

15317767_1862788280611262_111166118582629601_n 15326618_1862788283944595_3409038910523212238_n

Kepala Kepolisian Daerah Sulbar Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si terlihat menghadiri kegiatan tersebut bersama Rektor Unsulbar DR. Ir. H. Akhsan Djalaluddin, MS dan seluruh pencinta otomotif daerah Sulawesi Barat.

15317918_1862788543944569_3519049666060515070_n 15326337_1862788277277929_6233558082145536950_n

Sementara Ketua Umum / Pusat Askar Kartiwa pada Pelaksanaan kegiatan tersebut Melantik 42 Pengurus Daerah IOF Sulawesi Barat dengan Periode masa Bakti 2016 – 2020. dan 2 diantaranya adalah Pejabat Polri Polda Sulbar Karo SDM Kombes Iftah dan Kapolres Majene Akbp Grendie. Kedua Pejabat tersebut juga mengambil bagian terpenting pada pengurusan komunitas Otomotif tersebut tentunya tanpa menghalangi tugas Pokok sehari-hari sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

15253605_1862788763944547_6501532797288029346_n 15338677_1862788387277918_7999033189356033460_n

Pada pelantikan tersebut masing-masing Ketua Umum Pusat, Ketua Umum Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) dan Kapolda Sulbar Selaku Pelindung Komunitas. memberikan sambutan dengan mengucapkan selamat kepada para pengurus IOF Pengda Sulbar dengan tetap memelihara kekompakan dan kebersamaan yang baik maskipun kita memiliki kesibukan yang berbeda dan dibatasi dengan jarak diharapkan komunitas ini memperlihatkan Nuansa yang lebih Positif…..ucapnya

Lain halnya dengan sambutan Kapolda selain memberikan ucapan selamat atas pelantikan kepengurus IOF Sulbar, Ia berharap komunitas ini menjadi komunitas yang independen dalam hal memberikan Kreasi dan Inovasi untuk membangun sulbar…..ungkapnya

15326363_1862788767277880_315542855305565627_n

Lebih lanjut dikatakan, Ia juga menyarankan kepada ketua Komunitas agar menciptakan Nuansa yang Positif, rasa kemanusian dan kejiwaan harus lebih tinggi karena komunitas ini bekerja Tanpa Pamri. Garap inprastruktur dengan melakukan kerja bhakti pada setiap wilayah yang menjadi kunjungan / Advenger serta ciptakan program yang bermanfaat dengan aksi Sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat….imbuhnya

“Kedepan pengurus IOF Daerah Sulbar / komunitas olah raga mobil ekstrim ini kita jadikan sebagai mitra kamtibmas”, ajak Kapolda

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bendera Pataka kepada Pengda Sulbar, pemberian sertifikat penghargaan, pemberian cendramata, foto bersama dan ditutup dengan hiburan. Situasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

15219633_1862788553944568_6022114041711616538_n  15317989_1862788550611235_4380790891695573115_n15253663_1862788393944584_801992073004892622_n15284965_1862788920611198_7758581445999709150_n

HUMAS POLDA SULBAR

sumber:

http://www.tribratanewspoldasulbar.com/kapolda-sulbar-hadiri-pelantikan-iof-pengurus-daerah-sulbar/

RAKERNAS IOF 2016

whatsapp-image-2016-11-29-at-00-29-18 whatsapp-image-2016-11-29-at-00-29-04 whatsapp-image-2016-11-29-at-00-29-07

IOF National Workshop 2016

In Semarang, Central Java, Indonesia

IOF as the Principal Organization of the off-road activities in Indonesia, which governing 376 clubs and communities, and 2,271 active members, have delegated the mandate to 33 Regional Offices to participate in this annual gathering. This annual conference is to strengthen the communication between the Central and regional offices, brotherhood and a face to face meeting among the key personnel in the regions and central offices.

The IOF National Workshop 2016 is also to share experiences and knowledge.  As for the content of the conference, among others are …

– Report of accomplishment for 2016

– Financial report

– Activity report from every division

– Declaration of Strategic partners, Volunteer and Sponsors (BNPB, Basarnas, PT SOG, Mitsubishi Motors)

Each of the opinion, contribution and feedback are captured and compiled in the outline of the manual organization book for the IOF, and regulations in each divisions and type of activities (ie. Organization, Legal, Sports, Environment, Social and Rescue, Training, as well as Research and Development). The process of discussion covering all subjects in the annual workshop were done via commission assembly rooms, prepared by the steering committee and facilitated also by the steering committee under the leadership of IOF Chairman, Mr. Askar Kartiwa.

Following this annual workshop, the improvement process will be done by each division at the Head Office level. The result will be applied in the following year, including the calender of event for 2017.  As agreed, the next IOF National Workshop in 2017 will be held in beautiful Manado, in North Sulawesi, Indonesia.

See you in 2017 in Manado !

whatsapp-image-2016-11-29-at-00-29-16

 

Gubernur minta IOF telusuri jalan trans Kaltim

Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi dengan Gubernur H. Awang Faroek Ishak di Rumah Dinas Gubernur samping Gedung Lamin Etam, Jumat (11/12) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Parijoto selaku Ketua IOF Pengda Kaltim menyampaikan Kesediaan H. Awang Faroek Ishak selaku Gubernur Provinsi Kaltim menjadi Dewan Pelindung pada Struktur Kepengurusan IOF Pengda Kaltim Periode 2014-2018. Pengenalan Beliau terhadap IOF sebenarnya sudah lama, pada saat menjabat sebagai Bupati Kutai Timur, Beliau pernah bekerja sama dengan IOF untuk pembukaan Lahan Perkantoran Bupati di Bukit Pelangi, Sangatta. “Saat itu salah satu mobil dinas kami ada yang ditarik sama Mobil IOF,”imbuhnya.

Audiensi tersebut juga membicarakan beberapa agenda kegiatan IOF untuk menunjang sektor pariwisata alam Ecotourism. Beliau juga mengapresiasi Kegiatan Borneo Adventure Offroad yang saat ini sudah memasuki tahun ketiga. “Ini bisa menjadi kegiatan rutin tahunan, untuk lokasi kegiatan harus bergantian di Kab/Kota yang lain,” tambahnya.

Pada dialog yang hampir satu jam tersebut, Gubernur juga memberi arahan untuk bisa menyelenggarakan kegiatan Offroad Skala Nasional dan Internasional, mengingat Kekayaan Alam yang dimiliki Oleh Kaltim memiliki kelebihan dengan ciri khas Hutan Hujan Tropisnya.

“Ini merupakan momen untuk kita ikut berpartisipasi dalam menggali potensi wisata alam di kaltim ini,” ujar Bambang Parijoto saat di konfirmasi melalui telepon, Minggu (13/12).

Gubernur, kata dia menambahkan, juga berharap Pengda IOF Kaltim dapat ikut berpartisipasi dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Kalimantan Timur yang jatuh pada tanggal 9 Januari Mendatang. “Iya, jadi untuk ikut memeriahkan HUT Kaltim, Gubernur meminta kita Menjelajah Provinsi Kaltim untuk meinventarisir jalan-jalan yang rusak,” imbuhnya.

Sementara, Haris Herdiansyah Wakil Ketua IOF Pengda Kaltim menerangkan, pihaknya segera menindak lanjuti pesan gubernur untuk membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Dinas untuk mengimplementasikan hasil audiensi ini. ” ini menjadi pijakan dasar kita melaksanakan apa yang diharapkan oleh Gubernur,” tambahnya.

20151211_144529

IOF National Championship Usai. Balap Offroad Indonesia Harus Melirik IOF

Event yang bertajuk IOF National Championship ini berjalan atas konsorsium 4 club dari 4 pengda IOF yang berasal dari Kalimantan Timur diwakili oleg BBS Offroad team, Lombok (NTT) diwakili oleh Rinjani Jeepers Club (RJC), Bali diwakili oleh Dasico Racing Managemant dan Jatim diwakili oleh Galena Logistic yang keempatnya bisa dibilang merupakan pelopor event yang sudah bejalan sebanyak 4 seri ini. Dengan  diawali di Kalimantan Timur dan hari minggu lalu akhirnya ditutup di seri ke 4 yang diselanggarakan di De’Pes (Desa Pelangi Sentul), Bogor pada 4-5 Desember 2015.

Dari sejak awal IOF menyelenggarakan National Championship event ini di kemasan secara matang dari berbagai segi. Mulai dari karakter lintasana yang dimana para offroader disuguhkan lintasan alam yang sedemikian rupa tanpa banyak merubah karakteristik kontur yang sudah ada, namun panitia hanya cukup menandai jalurnya saja. Tidak terkecuali pada seri penutup, yang merupakan seri penentu dengan perebutan hadiah ratusan juta Rupiah.

Selain itu pula panitia juga menitik beratkan pada penyuguhan regulasi yang jelas, sehingga dengan kemasan seperti itulah peserta yang ikut diharapkan dapat puas dan bahagia dengan apa yang sudah dirancang pihak panitia yang diketuai oleh TB. Adhi ini.

Kemudian bagaimana dengan jalannya seri penutup ini?

Pada dua hari pelaksanaan event para ke-49 peserta yang sudah mendaftarkan diri akan berhadapan dengan 5 SCS dengan system open track. Dimana 5 SCS sudah dibuka sejak hari pertama, tinggal para peserta yang menentukan, lintasan mana yang lebih dulu akan dibabat.

Peserta sangat tertantang pada hari pertama yang dibuka pada pukul 9 ini, semua berjalan dengan lancar rintangan cukup berat namun masih dapat  dilalui, hingga sekitar pukul 12 hujan mulai mengguyur. Namun hal itu justru tambah membakar semangat para peserta, semakin sulit rintangan semakin tinggi pula skill dan kekompakan yang harus mereka tunjukkan.

Hujan… reda… hujan… reda… begitu beberapa kali terjadi hingga sekitar pukul setengah 3 sore hujan lebat bercampur badai menerjang area De’ Pes, alhasil tanah semakin berkubang dan menjadi lumpur otomatis tingkat kesulitan hampir diluar kemampuan mereka. Banyak dari peserta yang klontang maupun tidak bisa menyelesaikan SCS, lebih parahnya lagi beberapa dari mereka tidak mau masuk kedalam SCS.

Namun masih ada hari kedua yang dimana para peserta masih harus menyelesaikan SCS yang belum mereka lalui. Hujan pada hari pertama menyisakan rintangan yang cukup membuat para peserta bekerja ekstra keras. Dan terjadi lagi, sekitar pukul 3 sore hujan menerpa kembali, namun parahnya hujan kali ini tanpa jeda, alias tanpa henti hingga acara usai.

Tapi dibalik itu semua bagi para peserta memuji atas kerja keras IOF dan banyak yang mengelu-elukan “this is the real offroad” yang bagi kebanyakan dari mereka ini merupakan reuni dan sesuatu yang dirindukan setelah terakhir mereka merasakan rintangan seperti ini pada event IOF beberapa tahun lalu.

Inilah lintasan, medan, kebersamaan, team work yang mereka rindukan selama ini. Seperti yang dikatakan oleh Oding yang merupakan perwakilan dari IOF Bali yang berdiri diatas tim Dasico Racing Management “Kualitas medan, lintasan dari seri 1 hingga seri terakhir ini sangat berbobot dan memiliki bobot dan kualitas yang sama baiknya”.

Dan omongan seorang Wahyu Lamban yang juga merupakan bagian dari panitia terbukti, yang kali itu pernah berbicara pada Fastnlow “Kita akan membuat event dimana kalah atau menang semua peserta yang ikut akan tetap merasa bahagia”.

Adanya kelas Eksekutif?

Yup, kelas eksekutif yang dimaksud adalah yang diperuntukkan bagi para peserta yang memiliki umur diatas 40 tahun yang kemudian oleh panitia diadakan SCS tambahan (SCS 6). Kelas ini memang masih dalam tahap uji coba, dalam seri kali ini masih bersifat eksebisi yang dimana ini merupakan bentuk perhatian dari IOF untuk para peserta diatas 40 tahun. Namun, walaupun eksebisi kategori kelas ini tetap memperebutkan total hadiah yang cukup besar yaitu 80 Juta Rupiah yang jumlah hingga 16 peserta.

Dilihat dari besarnya animo para peserta dan bebera aspek Tahun depan akan jadi kelas kejurnas tersendiri, yaitu kelas Eksekutif. Dan pada event perdana kelas eksekutif juara satu perdana jatuh kepada AKBP Sumarji dari Jawa Timur.

Namun kelas ini masih akan di evaluasi lagi, dimana IOF akan memperbaiki system kelas ini dari berbagai sisi yang nantinya akan harus berjalan dengan baik di event-event IOF bertaraf nasional dikemudian hari.

Safety Golden Rules

Ini merupakan sebuah regulasi yang sedang dikampanyekan oleh IOF. Dimana regulasi ini sudah di SAH kan pada Rakernas IOF pada akhir November lalu yang berisikan tentang regulasi perangkat standart yang harus disiapkan/harus ada di setiap pada setiap peserta/tim yang akan turun.

Safety Golden Rules adalah sbb:

  1. Persyaratan perlengkapan kendaraan :
  2. Menggunakan safety helmet dengan sistem pengunci “D-ring” yang memenuhi standarisasi D.O.T dan SNI.
  3. Membawa tabung pemadam kebakaran (APAR) dengan ukuran minimal 2 kilogram.
  4. Memasang Engine Cut-Off dan berfungsi dengan benar.
  5. Memasang Safety Bonnet Pin.
  6. Menggunakan Safety Belt 4 titik lebar 3 inch (khusus event ekspedisi 3 titik lebar 2 inch).
  7. Memasang plat base / top cover minimum 2mm plat besi atau 3mm plat alumunium dipasang tepat diatas kepala driver dan co-driver (khusus untuk kendaraan open cockpit).
  8. Kendaraan yang menempatkan radiator dibelakang, harus dilengkapi dengan bidang pemisah antara radiator dengan ruang kemudi. Pipa / selang radiator tidak boleh melalui ruang kemudi.
  9. BATTERY/ACCU wajib diberi penutup berbahan non konduktor pada bagian atas, dan harus berjarak minimum 50cm terhadap fuel pump dan fuel tank. BATTERY basah tidak boleh diruang kemudi
  10. Ukuran ban minimum 27 inch maksimum 37 inch. Jenis ban bebas (Rantai ban, ban paku, ban Rally dan ban traktor dilarang) Keterangan ban traktor akan dilengkapi menunggu hasil data Litbang.
  11. Mempersiapkan lampu penerangan minimal sama dengan standart manufacturing – 2 lampu terpasang dan berfungsi dengan baik dibagian depan dan belakang kendaraan.
  12. Menggunakan gloves / sarung tangan bagi co-driver.
  13. Kaca yang terbuat dari acrilic wajib dilapisi kaca film.
  14. Memasang roll-bar atau roll-cage minimal 6 (enam) titik dengan ketentuan diameter Pilar “B” sebagai berikut :
    • Diameter minimum 38.1mm x 2.6mm (1.5″ x 0.102″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 1
      • Kelas 2
    • Diameter minimum 44.0mm x 2.9mm (1.75″ x 0.114″) untuk kategori kendaraan yang tergolong dalam
      • Kelas 3
      • Kelas 4
    • Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada bagian kiri rollbar Pilar “B” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 20 sampai 50 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.
  1. Persyaratan Perlengkapan lintasan :
  2. Penggunaan pita merah sebagai pita tanda pembatas area penonton, jarak aman minimum 10 meter dari tepi lintasan.
  3. Menyediakan minimal 1 (satu) unit kendaraan Ambulance dan petugas medis.
  4. Menyediakan minimal 1 (satu) unit mobil Pemadam Kebakaran.
  5. Menyediakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di area Start dan Finish.

Di balik keseruan dan kebahagian dari berakhirnya IOF National Championship, IOF juga sebenarnya memiliki misi yang intinya dapat mengembangkan dunia Balap Offroad Indonesia melalui beberapa program yang juga berjalan beriringan dengan jalannya event offtroad ini:

  1. IOF berharap dengan adanya event ini sebuah bukti/contoh kongkrit sebagai program Penyeragaman aturan lomba Adventure Offroad di seluruh event di indonesia.
  1. IOF juga mengadakan Diklat pelatihan yang dilaksanakan daerah / pengda agar memiliki tenaga ber sertifikasi yang tujuan akhirnya mampu membuat event dengan mandiri.

Dalam hal ini TB. Adhi menambahkan bahwa dengan adanya pelatihan bersertifikasi untuk petugas maupun bibit-bibit baru Marshal, Crew Scrutineering dan beberapa elemen lainnya nantinya berfungsi untuk memberi standarisasi regulasi, safety yang targetnya adalah “Zero Accident“.

Memang kalau dilihat sedikit terkesan ribet, apalagi harus ada yang lisensi dll. Namun menurut TB. Adhi selaku ketua penyelenggara, harapannya adalah orang yang sudah memiliki lisensi pendidikan safety dari IOF sudah mengetahui dengan sangat amat jelas tentang peraturan dan tata cara dalam menangani ataupun bermain dengan baik dan aman dalam setiap event offroad.

  1. Kemudian dalam event ini juga diadakan kelas Rookie dengan tujuan untuk meregenerasi offroader Indonesia terutama dari Pangda-pengda di luar pulau Jawa.
  1. Kemudian yang terakhir adalah menjadikan IOF NC sebagai dasar kwalitas event event IOF di Indonesia.

sumber :

http://fastnlow.net/iof-national-championship-usai-balap-offroad-indonesia-harus-melirik-iof/

Kunjungan kerja dari Australia Automotive Aftermarket Associations

Bersama ini di sampaikan berita mengenai rencana kunjungan dari delegasi AAAA (Australia Automotive Aftermarket Associations http://www.aaaa.com.au/ ), dari Australia, yang rencana nya akan berkunjung ke Jakarta pada tanggal 9-10 Agustus 2015. Besar harapan kami para anggota IOF akan dapat mengambil manfaat dari kunjungan delegasi Australia ini.

Latar belakang.

Industri automotive Australia, yang terkenal dengan mobil Holden nya, tidak bisa bertahan dengan kompetisi dunia dan permasalahan dengan sumber daya manusia di industri automobile manufacturing. Sebagai akibat perkembangan dan dinamika yang ada di industri automotive dunia, dan Australia khusus nya, maka industri automobile manufacturing di Australia akan lenyap.  Seiring dengan lenyap nya industri ini di Australia, maka seluruh pemain industri pendukung di Australia perlu mencari partner dan pasar baru di luar benua Australia. Termasuk untuk menjajaki pasar di Asia, dan Indonesia pada khusus nya. Kesempatan ini terbuka untuk para pelaku usaha automotive di Indonesia, khusus nya para Pengurus dan Anggota IOF yang kebetulan menekuni industri yang cukup prospektif di Indonesia.  Apabila peminat nya cukup banyak maka IOF bekerja sama dengan Kedubes Australia akan mencoba membuat sebuah forum pertemuan untuk mengakomodasi minat para anggota IOF dan pihak yg terkait.

Daftar delegasi.

  1. Airbag Ma

  2. Australian Clutch Service

  3. Davis Craig, Pty Ltd

  4. Dayco Australia

  5. Don Kyatt Spare Parts/Terrain Tamer

  6. Harrop Engineering

  7. Invision Sales

  8. Opposite Lock

  9. Pedders Suspension

  10. Proquip International

  11. Rhino Linings

  12. SGF Asia Pacific Pty Ltd

Apabila dari Pengurus Daerah, Cabang dan Club Otomotif yg tergabung dalam IOF merasa akan banyak manfaat nya untuk menjalin network atau hanya perlu mendapat masukan mengenai produk dan jasa yg di tawarkan oleh delegasi Australia, harap bisa menghubungi Pengurus Pusat IOF atau Sekretariat, dan untuk tindak lanjut nya bisa mem fasilitasi sebuah forum pelaku industri dan penggiat Off Road di Indonesia. Di harap kan para anggota/club bisa mendapat manfaat dari temu muka dengan para wakil pemain dari industri otomotif Australia ini.

Demikian di sampaikan dan atas perhatian nya kami ucap kan terima kasih.

 

Salam Off Road.

IOF.PUSAT@iof.or.id

 

link untuk download company profile dari setiap delegasi

http://www.2shared.com/file/j_9x8cyU/Company_Profiles_110615.html

Selamat atas pengukuhan Pengcab Aceh Barat

ea457adccaa9e569cff05de9b4f3b04d_L

MEULABOH – Ketua Umum Pengda IOF Aceh, Fouzi Muhammad (Kiri) Menyerahkan bendera organisasi kepada Ketua Pengcab IOF Aceh Barat, H.T Ali Devi pada acara pengukuhan IOF Aceh Barat periode 2014 – 2018 di Aula Setdakab Aceh Barat Di Meulaboh.

Sabtu (25/4) malam.

http://www.iofaceh.com/index.php/activities/item/96-pelantikan-pengcab-aceh-barat

KEJURDA PENGDA DKI

IMG-20150513-WA0000

SALAM OFFROAD

Setelah 8 Tahun tidak pernah ada Kejurda IOF DKI JKT, guna mencari Offroader offroader terbaik yang akan menjadi wakil IOF DKI JKT dalam acara Kejurnas IOF, maka per‎lu segera ditentukan peringkat offroader IOF DKI dengan cara menyelenggarakan Kejurda IOF DKI JKT yang akan diselenggarakan tanggal 6-7 Juni 2015 di Depes Sentul – Bogor‎, ‎kelas yang diperlombakan adalah Kategori D IOF dengan Konsep 5 SCS :

a. Kelas 1 : 1 s/d 1000 cc
b. Kelas 2 : 1001 s/d 2000 cc
c. Kelas 3 : 1 s/d 4800 cc ‎
d. Kelas 4 : Free for All

Hadiah berupa : ‎
a. Tropy
b. Piagam
c. Uang pembinaan‎

Peserta adalah offroader yang tergabung dalam club 4×4 ‎dan telah terdaftar di IOF DKI JKT, kegiatan Kejurda IOF DKI JKT ini adalah kegiatan bersama dari club, untuk club dan dilaksanakan oleh club – club 4×4 dibawah naungan IOF DKI JKT.

Jadwal kegiatan :

a. Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 30 Mei 2015,

b. Contact person pendaftaran dapat menghubungi : Yan (+62 812-8117-7707 ) dan Sisca (+62 838-9788-7564 ).

c. Uangpendaftaran Rp. 500.000,- ‎dapat di transfer melalui nomer rekening IOF Pengda DKI BCA 5680612368 atas nama Soeryawan Dwi Noegroho (Iwan Sakri)

d. Scrutenering akan diadakan pada tanggal 5 Juni 2015 di Depes Sentul – Bogor dari pukul 9:00 – 17:00 WIB. Briefing detail kegiatan pukul 19:00 s/d selesai. ‎

e. Informasi lengkap dapat dilihat Facebook Pengda DKI perihal Kejurda IOF DKI JKT.
Salam Off-road !!