Cita-cita Seorang Bambang Parijoto, Ketua IOF Pengda Kaltim Untuk Offroad di Indonesia

0
27

Momentum Rapat Kerja Nasional Indonesia Offroad Federation (Rakernas IOF) 2017 lalu, menjadi saat yang tepat bagi kami untuk berbincang-bincang dengan para perwakilan dari Pengurus Daerah (Pengda) yang hadir di Manado, Sulawesi Utara. Di tengah padatnya waktu sidang pleno tahunan, kami berkesempatan untuk berbincang dengan Bambang Parijoto, yang kini menjabat sebagai Ketua IOF Pengda Kalimantan Timur periode 2014-2018.

Simak perbincangan singkat kami dengan Bambang Parijoto sebelum kepulangannya kembali ke Balikpapan, Kalimantan Timur seusai jadwal Rakernas IOF 2017 lalu.

Bagaimana perkembangan dunia offroad di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini?

Perkembangan offroad di Kaltim bisa dibilang cukup pesat. bahkan bisa dibilang tak kalah berkembang dengan offroader-offroader yang berdomisili di Pulau Jawa.

Apa yang membuatnya begitu pesat berkembang?

Kaltim sendiri memiliki geografis yang sangat mendukung bagi pehobi offroad. Mulai dari dataran rendah di tepi laut atau sungai hingga dataran tinggi perbukitan hingga pegunungan. Kelebihan inilah yang menjadi salah satu pemicu tumbuhnya offroader dari masing-masing komunitas yang ada di Kaltim.

Artinya, lahan untuk sekadar bermain atau berlatih sangat tersedia di Kaltim. Para pehobi offroad tentu memilki lokasi yang sangat terjangkau dari tempat tinggalnya untuk ber-offroad.

H. Bambang Parijoko Ketua IOF Pengda Kaltim (3)

 

Apakah ada faktor penentu lain yang memicu pesatnya offroader berkembang di Kaltim?

Budaya masyarakat Kaltim yang dominan dengan pekerja pertambangan serta minyak dan gas (migas) menjadi salah satu faktor yang cukup mendongkrak hobi offroad di Kaltim. Medan jalan rusak tanpa aspal menjadi santapan sehari-hari para pekerja profesional disana, artinya mereka cukup dekat dengan medan jalan offroad yang setiap harinya bisa berubah-ubah konturnya.

Saat di Rakernas IOF lalu, Anda terlihat begitu antusias untuk mendapatkan jatah penyelenggaraan Kejurnas IOF tahun 2018. Namun suara terbanyak memilih untuk event tersebut dilaksanakan oleh Pengda Jawa Barat. Apakah ada keinginan dari pribadi Anda untuk menggelar event Kejurnas IOF lebih dari satu kali dalam setahun?

Untuk menggelar event tahunan bertitel Kejurnas IOF tambahan tentu tidak mungkin, karena sudah baku tercatat dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dimana penyelenggaraan event Kejurnas IOF hanya sekali dalam setahun.

Namun ada keinginan dari hati saya untuk menggelar sebuah event yang melombakan para juara-juara kompetisi offroad dalam negeri untuk bertarung di ajang seperti Champ of the Champ. Sifatnya tentu nasional dan di akhir perlombaan akan ada seorang kampiun bertitel juara yang mampu mengalahkan para jawara-jawara offroad kompetisi di Indonesia.

Itu masih saya cita-citakan dan mudah-mudahan bisa terlaksana..

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!