Waroeng Jeep Corner : Menikmati Kuliner Yogyakarta dengan Atmosfer Off-road

0
214

Tak diberikan izin peruntukan lahan sebagai usaha pabrik es, tak lantas membuat Fen Saparita patah semangat dalam mengembangkan bisnisnya. Pria paruh baya yang menjabat sebagai Sekertaris Jenderal Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengda Yogyakarta ini lantas mengalihkan konsentrasinya untuk berbisnis kuliner.

Kisah bermula medio 2015 lalu. Lahan seluas setengah hektar miliknya di Jl. Sukun, Banguntapan, Yogyakarta diolah untuk memenuhi passion-nya berwiraswasta. Makanan bisa dibilang menjadi bisnis yang tidak pernah sepi, asal pengelolaannya baik. Di wilayah Jogja sendiri, kuliner menjadi salah satu komoditi yang diunggulkan sebagai destinasi wisata baik wisatawan lokal dan mancanegara.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (8) edited

Berbekal pengalamannya sejak pertama menginjakan kaki di Yogyakarta 1996 silam, Fen Saparita meresmikan kedai makanan bernama Waroeng Jeep Corner dua tahun lalu di lokasi tersebut. Tak sekadar menjajakan makanan, tempat ini juga memiliki spot menarik untuk memanjakan mata pengunjungnya.

Sesuai namanya, jip enthusiast pasti betah duduk berlama-lama di Waroeng Jeep Corner. Menyambut pengunjung, sebuah jip off-road racing dengan rangka tubular bekas tunggangan kompetisi Fen Saparita menyambut di teras kedai. Di bagian dalam, interior di beberapa bagian pilarnya berisi kumpulan brosur kuno promosi mobil-mobil jip masa itu dengan pigura yang antik.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (3) edited

Jika masih kurang puas, lemparkan pandangan ke sisi kiri kedai. Di bangunan otentik peninggalan gaya Belanda persis di sebelah kedai adalah workshop atau markas utama tim off-road Melia Racing yang dimiliki Fen Saparita. Disana ada beberapa mobil kompetisi yang masih digunakan terparkir menghadap ke Waroeng Jeep Corner.

Duduk di dalam Waroeng Jeep Corner, Anda akan disuguhi dengan embusan udara segar yang masuk ke bangunan joglo khas Jawa yang diaplikasikan kedai ini sebagai ruang utama. Tambah segar jika pandangan bergeser ke sisi kanan, dimana terletak hamparan tanaman padi nan hijau di sawah, persis suasana di pedesaan.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (12) edited

Menikmati hasil olahan dapur dari kedai ini di siang ataupun sore hari, tentu akan menjadi nuansa yang berbeda ketimbang menikmati makanan yang sama di tempat lain. Soal harga, jangan khawatir. Tak ada satupun menu yang dibanderol melebihi angka Rp 15 ribu per porsinya.

Bila Anda penyuka pedas, cobalah menu Paket Sambal Belut seperti yang tertera di menu. Lidah terasa seperti enggan berhenti menikmati rasa pedas yang cukup masif dari menu tersebut. Penyuka makanan pedas menurut kami tak akan kecewa datang kesini, d kedai ini tersedia empat pilihan sambal yang bisa dinikmati oleh konsumen.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (13) edited

Menu lain seperti Jamur Crispy atau Teromg Crispy juga menjadi favorit bagi konsumen Waroeng Jeep Corner yang ingin menyantap hidangan kecil. Juru masak di kedai ini juga cukup kreatif dalam mengkreasikan berbagai menu baru, agar konsumen tidak lekas bosan. Saat kami datang, sekiranya ada dua menu baru yang berhasil dikembangkan oleh juru masak andalan Waroeng Jeep Corner, seperti Crispy Chicken Chunk dan Sup Kepala Ikan.

Kebetulan saat menyambangi kedai ini, kami berkesempatan bertemu dengan pemilik kedai dan berbincang-bincang langsung dengan beliau. Ia bercerita tentang keseluruhan kedai ini dari awal sebelum berdiri hingga sudah berjalan dua tahun.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (9) edited

“Konsepnya sih tempat makan biasa namun dengan penampilan yang berbeda. Kebetulan saya adalah penggemar mobil-mobil jip, jadi hobi itu dituangkan untuk menata tempat makan ini jadi berbeda. Mulai dari pemilihan nama hingga dekorasi yang ada di dalam dan luar bangunan kedai,” ujar Fen Saparita.

Lebih lanjut, pria yang di Yogyakarta terkenal sebagai pionir bisnis waralaba binatu ini menyebutkan, soal jip Toyota FJ dengan sasis semi tubular yang ada di depan adalah ikon dari Waroeng Jeep Corner ini. “Mobil itu adalah bekas mobil off-road racing Melia Racing Team yang kini sudah tak lagi digunakan. Daripada tergeletak percuma lebih baik dijadikan pajangan,” jelas pria yang gemar bergurau ini.

Waroeng Jeep Corner Yogyakarta (17) edited

Mengingat sang pemilik adalah seorang penggiat otomotif terkemuka di Yogyakarta, maka tak jarang Waroeng Jeep Corner selalu diramaikan oleh insan-insan otomotif kota gudeg yang datang untuk berkumpul dan bersilaturahmi agar tetap guyub.

Seperti para anggota komunitas Rally Look Indonesia chapter Yogyakarta dan tentunya rekan-rekan dari IOF Pengda Yogyakarta yang pada akhir pekan lalu berkumpul di Waroeng Jeep Corner sambil membahas persiapan event Jogja Off-Road Challenge (JORC) yang akan dihelat Pengda Yogyakarta, Januari 2018 mendatang.

Kota ini memang mengesankan. Selain memiliki beragam kearifan budaya lokal, masyarakatnya juga ramah dan kreatif dalam mengemas kuliner lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!